note saat sedang bosan

Posted in memang sepenting itu on November 18, 2011 by debiecintia

Gara-gara hobi jajan sembarangan, akhirnya saya kena infeksi usus (ini bahasa kerennya nih. kata lain dari penyakit ini adalah: DIARE. hehehe). dalam semalam berat tubuh saya menyusut hingga 2 kilo. walah, paniknyaaaa. mana demam, pusing dan mual. akhirnya terpaksa lari ke UGD dan kata dokternya: kamu HARUS rawat inap.

ya deh, nurut aja :(

Nah, Saat di rumah sakit begini ga banyak yang bisa saya lakukan. Satu2nya hal seru adalah menjadi pengamat. Ini beberapa hal yang saya amati dalam waktu 20 jam terakhir:

Jadwal
11.30 makan siang di antar
12.20 perawat membawakan obat – antibiotik via infus dan oral
14.50 snack siang
16.30 kunjungan dokter
17.30 makan malam diantar
18.20 pemberian antibiotik via infus dan oral
05.00 bangun pagi. Ganti seprai. Mandi
05.50 makan pagi diantar
07.30 pemberian antibiotik via infus dan oral

Jadwal diatas belum termasuk:

  • kunjungan pergantian shift. Tiap 8 jam akan ada pergantian shift perawat. Dan di saat ini para perawat yang bertugas 8 jam sebelumnya dan yang akan bertugas 8 jam selanjutnya akan mengunjungi pasien sekaligus untuk cek status pasien
  • pengukuran suhu tubuh dan tensi darah. Dalam waktu 20 jam terakhir sudah 3 kali pengukuran tensi darah dan cek suhu tubuh.
  • perawat akan segera datang tiap2 kali pasien menekan bel.
  • ketika waktu mandi perawat akan memberikan dua opsi: dimandikan atau mandi sendiri. Kalau pasien memilih utk mandi sendiri, perawat akan memberikan handuk bersih dan mencopot selang infus agar proses mandi lebih nyaman. Setelahnya perawat akan memasang kembali selang infus dan mengganti perekat yg basah.
  • ganti botol infus yang sudah kosong dengan yang baru.
  • penggantian infus dilakukan tiap 3 hari. Jika sudah tiga hari atau lengan infusnya sudah bengkak, maka infus akan dipindahkan ke lengan yang lain.
  • kunjungan bagian gizi yang menjelaskan tentang pantangan makanan dan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Untuk saat ini saya tidak boleh mengonsumsi susu dan produk olahannya serta makanan yang mengandung susu/produk olahannya, coklat, roti, biskuit, buah2an dan makanan yang mengandung santan.

tapi beneran ya MasyaAllah, kalau kelamaan disini bisa-bisa saya tambah sakit deh. bener-bener membosankan!

Update 21 November: Alhamdulillah, akhirnya berhasil juga ‘kabur dari RS. yippieee! setelah memohon-mohon sama dokter dan nyelesain biaya administrasi (alhamdulillah dicover asuransi, jadi ga langsung bangkrut – berhubung tagihannya lebih gede dari gaji sebulan. kehkehkeh) saya langsung cabut. dan rasanya setelah keluar dari rumah sakit? tak terbayangkan.

BAHAGIA :D

bagian paling sulit ketika menulis adalah bikin judul. jadi sekalian curhat ajalah di judul ini :p

Posted in memang sepenting itu on September 12, 2011 by debiecintia

(kakak numpang nonton film 3 doa 3 cinta di kamar adek sementara si adek main game)

 

Dek, ini ntar si Nico ketemu ga sama ibunya? (nontonnya ga sabaran)
“Ketemu ntar pas di akhir cerita”.
Trus ntar ibunya ngasih tau ga kenapa dia ga pernah nengokin Nico?
“Ya ibunya ga bisa nengokin soalnya (si ibu) udah meninggal”.
Meninggal? Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kasian banget ya.
“(meledak tawanya) BAHAHAHAHHAHAHAHA. Kakak….itu tuh cuman pileeeem. Bo’ongan doang. Orangnya ga beneran mati”.

(terlalu menghayati cerita ampe ga sadar ini boongan :p)

episode makan

Posted in memang sepenting itu on June 21, 2011 by debiecintia

hari 1
(saya makan sarapan di meja kerja. PM lewat)
makan ya dibi.
iya pak.

hari 2
(saya makan sarapan di meja kerja. PM lewat)
eating breakfast ya dibi.
iya pak.

hari 3
(saya makan sarapan di meja kerja. PM lewat)
i don’t understand why indonesian people eat eat terus.
eeerrrggh…sarapan, pak.

hari 4
(sudah jam 1.44 siang, PM dan CD masih miting. tiba-tiba PM keluar ruang miting, bawa makanan ke ruang tamu CD)
makan, bapak?
belum, belum ya dibi.
belum dua kali, bapak?
belum satu kali yaaaa dibi.

hueheheheheheeeeeee. belom satu kali nih yeee :p :p

*catatan: tidak ada percakapan yang di translate di dalam note ini.

bohong (?)

Posted in memang sepenting itu on May 6, 2011 by debiecintia

it’s not that i like to lie.

but i have to admit that i lied a few moment ago. big time.

i did not have the chance to finish my bachelor degree. i quit on my third year. and i don’t have the slightest feeling of embarrassment because of it, although i know it’s not something to be proud of.

my current and former employers know about this and i never get any complaints about my not having a bachelor degree (only once, but her case was a completely different story). my employers, whom i earn my money from don’t have any problem with it, so i think so do other people.

hm.

Read more »

Dufan, with love

Posted in memang sepenting itu on February 3, 2011 by debiecintia

Seumur hidup saya belom pernah mengeluarkan uang untuk masuk Dufan. Selalu gratis.

Kok bisa?

Bisa dooong. Debie gitu lhoooo. hahahhahahaaha.

Dulu, semasa almarhum ayah masih hidup, keluarga kami pergi ke Dufan setiap kali ada acara kantor ayah. Dan itu hampir setiap tahun. Lalu, setelahnya, biasanya saya masuk Dufan gratis karena dibayarin teman (cuma sekali) dan karena ikut kepanitiaan suatu acara.

Namun, diantara semua gratisan itu, yang paling berkesan bagi saya adalah ketika saya menjadi panitia di Kongres Anak Indonesia. Merayakan Hari Anak Nasional bersama ratusan anak dari seluruh Indonesia dan keluarga saya di Komnas Anak.

Pertama kali saya ikut acara Kongres Anak Indonesia (KAI) itu pada tahun 2006. Bersama teman-teman saya dari Kessos UI. Sarah, Yana dan lainnya (God! I really am bad with names. –ini sebenernya ga inget sama siapa aja perginya :p ).

Setelah berhari-hari sibuk dengan rentetan acara KAI (saya ingeeet waktu itu tiba-tiba didaulat jadi koordinator konsumsi, padahal baru pertama kali ikut KAI, dan ga ikut rapat koordinasi seksi konsumsi, dan Mbak Yuli lagi sibuk ngelahirin Satria. untung ada Zhaey yang baik hati yang bersedia nemenin dan bantuin saya–tapi saking stressnya saya waktu itu, Dika ampe kena semprot. hahahhaa) dan jatuh cinta berkali-kali dengan anak-anak Indonesia karena kehebatan mereka, kami akhirnya berangkat ke Dufan dan maiiiin di sana seharian.

Tahun 2006

Tahun ini rombongan main Dufan kami terdiri atas saya, Sarah, Yana, Imam, Dika (Mbak Sephin ikutan ga siiih? aku lupaaa). Pas pertama masuk, saya dan Sarah sudah bertekad untuk naik halilintar. Pikir kami (ralat: saya) waktu itu, “aaaah…, ganciil. ini mah maenan anak keciiil”, yang segera berubah ketika berada diatasnya menjadi, “TUHAAAANN…please hentikan roller coaster iniiiiii…saya mau turuuuuunn – tapi jangan ditengah-tengah yaa, Tuhan yang baik”.

Setelah puas main Halilintar, kami muterin Dufan ampe kelojotan. Dan mencatat dalam hati, kalau berikutnya punya kesempatan main lagi ke Dufan, kami TIDAK BOLEH lupa membawa air minum 1,5 liter dari rumah, karena ternyata air minum di Dufan itu MUAHAAAL (untuk ukuran mahasiswi bokek kayak kami berdua—saat itu :p ).

Saya juga sempet dikatain cemen oleh beberapa anak peserta KAI karena ga mau naik Kora-kora. Mereka ga tau aja kalo Kora-kora itu wahana yang sangat berbahaya. Saya pernah hampir pingsan setelah naik wahana itu—karena pusing dan mual. Dan bener aja kan, beberapa dari anak-anak yang sebelumnya ngatain saya itu turun dari Kora-kora dan…muntah. Hahahahha. Dibilangin ga percaya siiih.

Read more »

Single and Happy (for now ;p)

Posted in memang sepenting itu on June 2, 2009 by debiecintia

Beberapa hari yang lalu gue ketemu lagi dengan seorang teman semasa SMP. Namanya Dina. Bertahun-tahun setelah lulus SMP kami ga pernah bertemu, sampai suatu saat takdir memutuskan bahwa gue dan dia harus duduk di satu bus yang sama. 9B Kampung Rambutan-Bekasi Timur. Ini adalah pertemuan kedua kami.

Setelah itu percakapan mengalir dari mulai pekerjaan, teman-teman dan reunian.

“Kalo ngadain reunian enaknya sekarang nih. Pas kita lagi di jaman keemasan. Kerjaan udah enak, belom punya anak.”

“Malah kalo sekarang malu, lagi.”

“Lho, kenapa malu?”

“Iya, kan temen-temen yang lain udah pada nikah dan punya anak, kita belom. Garing banget kali.”

Naaaah lho. Gue pikir ini agak sedikit aneh. Bukannya malah enak? Saat yang laen sibuk ngurusin anaknya yang lari-larian ga tau kemana, suami yang ngambek karena cemburu kita ngobrol sama temen lama, kita yang masih jomblo justru bisa asik bercanda-canda sama temen-temen.

Tanpa harus direpotin sama hal-hal lain kecuali mungkin untuk urusan makeup yang luntur sehabis makan ;p

Tapi setelah gue pikir-pikir lagi, ga aneh juga kalo temen gue kepikiran hal seperti itu. Ini kan memang kekhawatiran yang tipikal banget di antara perempuan. Setelah punya posisi nyaman begini, pertanyaan yang ‘normal’ diajukan oleh orang-orang biasanya adalah, “Kapan nih nikahnya?”.

Buat gue sendiri, kayaknya udah ga keitung lagi berapa hari dalam sehari -oke, rada lebay-pertanyaan ini diajuin sama orang lain buat gue. Nyokap gue juga udah mulai grasak-grusuk resah anaknya belom ‘laku-laku’. Dan bahkan tetangga gue yang buka katering di deket rumah udah menargetkan gue untuk jadi klien berikutnya, dan karenanya sering mengajukan pertanyaan macam, “Kapan niih?”.

Biasanya, pertanyaan macem ini cuma bisa dijawab dengan kalimat ampuh, “Kapannya sih gampang. Siapanya ini lho yang belom ketauan. Ayo dong bantuin cariin.”. Setelah itu sih biasanya mereka cuma senyum-senyum aja. Ga bisa jawab lagi ;P

Oke, oke. gue tau kalian semua khawatir dan pengen gue cepet-cepet mendapatkan kebahagiaan -whatever it means. Tapi please do me a favor. Jangan cuma nanyain kapan doong. Bantuin juga nyariin siapanya. Hehehehe. Kidding.

Well, gue cuma bisa bilang, cukup gue aja yang merasa khawatir. Emangnya enak apa kesepian begini macem sapi ompong yang mesti nyalain tipi semaleman cuma buat ngedengerin suara yang bisa nemenin gue tidur? Ga enak lho. Apalagi kalo pas gue lagi butuh temen ngobrol. Masa gue ngajak tipi ngobrol? Ga seru dong. Satu arah doang. Gue kapaan ngomongnyaaaah?

I believe Allah SWT will send Mr. Right to me at the right moment. All I have to do is wait and believe. He will come.

Dan untuk sementara ini, gue cuma bisa membenarkan apa yang Oppie Andaresta bilang,

Aku baik-baik saja. Menikmati hidup yang aku punya. Hidupku sangat sempurna.I’m single and very happy. Mengejar mimpi-mimpi indah. Bebas lakukan yang aku suka. Berteman dengan siapa saja. I’m single and very happy.


*klik pada gambar untuk menuju website tempat saya meminjam image.


My Plan

Posted in memang sepenting itu on June 2, 2009 by debiecintia

Kira-kira berapa ya biaya yang diperluin buat keliling Indonesia dari ujung ampe ke ujung lagi?

Ga peduli orang mo bilang aneh, tapi gue pengen banget backpacking keliling Indonesia. negeri gue sendiri.

Rencananya dalam waktu dekat ini gue dan temen-temen dari KMMT, termasuk Sarah dan Rizky mau jalan-jalan ke Pulau Seribu. Katanya Sarah, kalo mau murah kita ke Pulau Pramuka aja. uuuhh..maooo.

Temen-temen kantor juga ngajakin gue untuk hiking ke Gunung Gede. Mungkin buat 3 hari 2 malem. Pengeeen. Tapi gue lagi males jalan mendaki. Walaupun sebenernya BUTUH bangeet.

Greetings from INDONESIA

Posted in memang sepenting itu on May 27, 2009 by debiecintia
Bali Barat National Park

Bali Barat National Park

Sejauh mata memandang..hijau

Sejauh mata memandang..hijau

Wayag Islands, Raja Ampat Papua Barat

Wayag Islands, Raja Ampat Papua Barat

Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Hai, hai Indonesiaku. Sungguh cantik dirimu.

Bagai pecahan surga yang dijatuhkan Tuhan ke bumi.

Klik pada foto untuk menuju website tempat saya meminjam foto-foto ini.

Pink Beach

Posted in memang sepenting itu on May 27, 2009 by debiecintia

ngapain juga jauh-jauh ke luar negeri buat ngeliat alam yang indah?
ngapain sih sibuk-sibuk merasa bangga sama negeri lain sementara lo bisa liat pemandangan ini di Indonesia?

Uuuuhh…I wanna go to this place*klik pada gambar untuk menuju website yang memuat foto asli

Stick Figure Family

Posted in memang sepenting itu on May 26, 2009 by debiecintia

Stick Figure Family at FreeFlashToys.com
Make your Stick Figure Family at FreeFlashToys.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.