tangsineul sarangheyo (aku cinta kamu)
Gimana ya rasanya jatuh cinta?
Saat sahabat2 gw bercerita tentang cinta mereka, gw cuma bisa bengong karena gw ga begitu mengerti apa yang mereka omongin.
Saat gw berusaha ngasih komentar (they ask me to) dengan pandangan yang rasional, komentar yang gw
dapat dari mereka adalah….”Ah, lo kan belom ngerasain, Deb.”. Belum lagi saat gw nonton sinetron dan ngomentarin tentang bagaimana begonya karakter di sinetron itu saat ngadepin masalah percintaan mereka, orang rumah gw yang gantian komentar, “Ah, kamu kan belom ngerasain, Deb.”. Sampe2 adik2 gw ikut2an ngomentarin hal yang sama!!
Selalu…begitu.
Emangnya ada apa sih saat seseorang sedang jatuh cinta?
Seorang sahabat gw mengatakan bahwa cinta pertamanya telah membawa cahaya untuk kehidupannya yang ‘kelam’. Dia merasa setelah merasakan jatuh cinta, hidupnya jadi lebih berwarna. Segala sesuatunya terlihat lebih ‘manis’ dalam pandangannya. Membuatnya lebih bersemangat melakukan segalanya.
Sumpah, gw bukan orang aneh. Tentu gw pernah ngerasain yang namanya virus pink, atau got a crush to someone of my opposite sex. Tapi untuk urusan jatuh cinta, hm…rasanya belum.
Sesekali pernah gw ungkapin hal ini ke seorang sahabat dan menerima jawaban, “Mungkin emang belum waktunya, Deb.”.
Emang ada waktu khusus untuk jatuh cinta? –just kidding.
Ada benernya juga saat sahabat gw cerita kalau saat ia sedang jatuh cinta, segalanya terlihat lebih ‘manis’ dalam pandangannya. Karena saat dia sedang jatuh cinta, dia banyak menghasilkan puisi dan tulisan. Jiwa sastranya seakan bangkit dari tidur yang panjang. Dia terlihat lebih bahagia. Dan orang yang sedang bahagia akan lebih punya waktu untuk memperhatikan orang lain, yang berarti ia juga ikut membuat orang lain merasa lebih bahagia.
Bisa dibuat rumus seperti ini:
Jatuh cinta² + bahagia² = transfer kebahagiaan²
Ngasal.
Tapi saat gw ngedenger cerita sahabat2 gw, gw juga tau cinta bukan cuma tentang hal-hal yang indah. Ada saatnya cinta terasa sakit. Karena ada sakit itulah makanya dinamakan jatuh cinta. Namun rasa sakit yang muncul pun merupakan suatu pembelajaran untuk seseorang yang sedang mencintai. Membuatnya bijak. Seperti yang diungkapkan seorang sahabat gw, “Jatuh cinta itu cara cepat ‘naik kelas’.”
Ah, siapakah yang akan melukisi dinding-dinding ruang hatiku…? (weks)
…coz I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away…
(Daniel Beddingfield; If You’re Not The One)
July 17, 2008 at 3:25 pm
yap.. jatuh cinta emang menaikan class pribadi kita loh,…
aku merasakannya ^^
August 17, 2008 at 7:55 pm
Biarkanlah Kebenaran di ungkapkan sampai ke ujung lorong-lorong kumuh
biarkanlah cinta kasih menjadi senjata yang paling ampuh dalam setiap peperangan di dunia yang angkuh ini
biarkanlah keberpihakan pada mereka yang lemah dan tertidas menjadi sebuah ledakan yang akan menghancurkan tembok-tembok ketidak adilan.
http://www.abnersanga.wordpress.com