Cinta itu….

Saya suka sekali jalan-jalan. Atau tepatnya, backpacking sendirian.

Dimulai dari pertengahan tahun kemarin saat untuk pertama kalinya saya solo backpacking ke Yogya untuk mengobati patah hati (heuheu, curcol :p). Sekarang di tahun 2012 saya punya daftar tempat untuk dikunjungi selama setahun. Jalan-jalan itu ternyata NYANDU. Dan kalo satu bulan tidak jalan, saya jadi seperti orang sakaw. Pokoknya tiap bulan harus jalan atau setidaknya melakukan hal yang sama sekali baru.

Kenapa backpacking dan mesti sendirian? Karena saat backpacking (ini istilah kerennya jalan hanya dengan satu ransel dan dana terbatas) saya menyatu dengan apapun yang saya temui saat itu. Seperti pada saat saya menyebrang ke Kepulauan Seribu. Kalo ga backpacking, mana mungkin saya tau bagaimana ritme penduduk lokal ketika menyebrang. Ga mungkin saya mau nongkrong makan cilok sambil jongkok di dermaga sambil ngobrol sama nelayan, pemilik kapal, pedagang dan pengelola travel. Ga mungkin saya ngerjain itu semua kalo jalan-jalan pake koper atau dengan bawaan segambreng. Ribet, maksudnya. hehehehe.

Melakukan perjalanan sendirian juga memungkinkan saya untuk mengeksplorasi setiap detail tanpa menciptakan tembok tinggi antara saya dengan penduduk lokal maupun orang asing yang saya temui sepanjang perjalanan.

Maksudnya? Yah, kalo jalan-jalan berdua atau rame-rame kita pasti lebih seneng ngobrol sama temen perjalanan. Karena inilah orang juga seringkali segan menegur atau berusaha bercakap-cakap dengan kita. Sementara saat jalan sendirian, kita ga punya temen. Yaaaaah…sepi dong? Mati gaya dong? Enggak lah. Kan kita jadi ‘terpaksa’ nyari temen ngobrol. nanya jalan, minta rekomendasi sama orang lain tentang suatu tempat. Pada akhirnya kita malah akan menciptakan hubungan pertemanan baru sekaligus melatih diri untuk lebih berani. Seru kan?

Lebih seru lagi karena saat saya jalan sendirian, saya justru lebih banyak menerima kebaikan maupun gratisan dari orang lain. Contohnya? Penginapan dan tur snorkeling waktu ke Pulau Seribu? GRATIS! Sementara biasanya orang dikenakan biaya tidak kurang dari 300ribu untuk itu. Lalu sering dapet tebengan hingga dianterin hingga sampai ke tempat yang saya tuju. Seru ya. BANGET ^^

Nah, karena terlanjur kecanduan pada akhirnya setiap nyampe kembali di rumah ada satu hal yang terus-terusan saya lakukan, yaitu: bikin list tempat-tempat mana lagi yang pingin dikunjungi, lalu riset bagaimana cara ke sana, berapa dana yang dibutuhkan, apa aja tempat asiknya, gimana budaya masyarakat disana, makanan khasnya apa aja. Semua riset hingga data yang terkecil saya kumpulkan, saya baca lalu dibikin daftar kegiatan. Terus ngapain? Terus ya saya bayanging saya SUDAH berada di tempat itu. Melakukan semua yang ada di dalam daftar kegiatan saya. Walaupuuun….saya ga tau kapan berangkatnya. Ataupun dari mana saya mendapatkan uang untuk mewujudkan rencana tersebut. Hihihi.

Ada yang mungkin berkomentar kalau apa yang saya lakukan adalah wujud kegilaan. Tapi…siapa yang peduli? Toh manusia hidup dengan mimpi. Dan setau saya, salah satu cara agar impian bisa tercapai lebih cepat adalah dengan memvisualisasikannya di dalam pikiran. Saya ingat sewaktu kecil pernah ngiler dengan jam tangan Mickey Mouse yang ada di majalah anak-anak. Saking kepengennya itu jam tangan terus-terusan terbayang setiap saat, bahkan ketika saya tidur pun jam tangan tersebut muncul.

Ketika ulang tahun saya yang kesembilan, ayah membangunkan saya dengan menaruh jam tangan tersebut di tangan saya. Rasanya duuuuh bahagia sekali.

Ingatan masa kecil saya tentang jam tangan Mickey ini memang tidak terus-terusan muncul di kepala. Namun saya selalu ingat: tidak ada seorangpun yang saya beritahukan tentang jam Mickey Mouse itu. Trus kenapa saya, sebagai seorang anak kecil, bisa mendapatkan hal yang saya inginkan tanpa ada seorangpun yang mengetahuinya? Jawabannya: Tuhan tahu.

Dan itu cukup :)

Di awal bulan Januari 2012 saya bingung. Karena saya punya banyak sekali keinginan namun belum memiliki kemampuan untuk mewujudkannya. Salah satu keinginan itu adalah mengambil kursus diving di Bunaken.

Absurd. Karena saya sama sekali ga bisa berenang :)

Tapi ga ada hal yang ga mungkin di dunia ini. Maka saya kembali melakukan apa yang biasanya saya lakukan ketika saya menginginkan sesuatu: memvisualisasikan keinginan tersebut.

Lalu berbisik di dalam hati, “Ya Allah, mudahkanlah aku mewujudkannya. Tunjukkanlah jalan”.

Setelah itu bagaimana? Setelah itu merancang strategi untuk mewujudkannya.

Salah satu syarat wajib untuk mengambil sertifikasi diving adalah mampu berenang 200 meter tanpa berhenti. Jadi hal pertama yang saya lakukan adalah  belajar berenang. Kebetulan ada satu pelatihan renang survival yang diadakan secara privat selama 8 jam. Dan pesertanya pasti bisa berenang setelahnya. Dijamin.

Setelah sekarang saya sudah bisa berenang lalu apa? Lalu mengumpulkan uang untuk membiayai keseluruhan perjalanan.

Nah, ini yang penuh tantangan.

Saya sudah punya rencana investasi dengan tabungan saya. Bisa siih maksain ngambil kursus divingnya tahun ini. Tapi itu berarti mengacaukan rencana-rencana saya yang lain. ooohh tidak bisaaaa… :p Karena itulah saya giat mencari penghasilan tambahan sebagai satu-satunya cara untuk mewujudkan impian-impian saya dalam waktu cepat. Ya masa saya mau ngandelin pangeran berkuda putih yang akan meminang saya? Dia kapan datengnya aja saya ga tau. Lagipula, apa enaknya mendapatkan keinginan kita dari ‘hadiah’? Ga seruuuu… ^^

Gimana cara saya ngedapetin penghasilan tambahan? Ih ya gampang banget: BUKA TOKO! Jualan sesuatu. Dagang. Kan mengikuti sunah Rasulullah yang mencari rezeki dengan cara berdagang.

Yah, perlu modal gede dong?

Hihihi..bisnis yang saya jalanin ini modalnya kecil banget. Ga perlu berjuta-juta atau bahkan ratusan ribu rupiah. Cukup 39.900 saja untuk ngedapetin panduan/guideline menjalankan bisnis dengan benar.

Kok bisa? Ya bisa dong. Sekarang gini, biasanya kenapa orang perlu modal gede ketika baru buka bisnis? Karena perlu stok barang kan? Nah karena sistem bisnis saya menjadikan saya layaknya seorang distributor, ga perlu tuh stok barang. Dan karena ga perlu stok barang, modal yang dibutuhkan juga tidak berjuta-juta.

Lebih asik lagi karena kitapun ga perlu kucluk-kucluk dateng ke gudang buat ambil barang. Tinggal telpon atau fax atauuu…via website untuk order barang dagangan. Lalu tunggu kurir nganterin barang-barang itu ke rumah.

Biar dagangannya banyak dan usahanya lancar trus uangnya mengalir deras? Iklanin produk dagangan dan cari deh reseller yang akan ikutan ngejualin barang dagangan kita, sambil ngajarin mereka untuk nyari reseller lagi. Kan kita mau tokonya bertambah besar, konsumen bertambah banyak yang berimbas ke penghasilan yang mengaliiiir deras. Oke kan ^^

Cara mengiklankan barangnya juga mudah. Cukup sebar katalog keren yang seperti majalah itu, lalu biarkan konsumen memilih sendiri produk yang ia sukai. Cara nyebarin katalognya bisa via online ataupun diserahkan langsung ke tangan konsumen.

Dengan sistem sekeren ini, siapapun yang menjalankan bisnis bisa memulai KAPANPUN. Ngejalaninnya FUN. Dan karena Modalnya kecil sekali, dijamin ga akan rugi. Syaratnya cuma satu: mau kerja keras. Untuk sukses di bidang apapun semua orang memang harus kerja keras kan? :)

Coba deh, bisnis apalagi yang sistemnya sekeren ini?
Dengan modal hanya 39.900 plus KTP, saya sudah bisa punya toko sendiri ^^

Trus apa dong hubungannya sama judul postingan ini? Wuih, berhubungan erat sekali kawan. Saya MENCINTAI impian-impian saya. Oleh karena itu saya akan melakukan apapun untuk mewujudkannya. Selama itu halal dan baik bagi saya, saya akan bekerja keras, bekerja cerdas!

Cinta itu…..butuh pengorbanan besar. Tapi ketika kita mencintai sesuatu, kita tidak akan merasa berat melakukan pengorbanan itu ^^

Saya tau lhooo salah satu cara keren dan mudah untuk mewujudkan impian saya.

Kamu bagaimana? ^^

One Response to “Cinta itu….”

  1. debiee…gue berasa ngebaca bukunya rhonda bryne (bener gak tuh tuisannya) -the secret lagi deh…hehehhe semangat yah deb :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.